• ARMY MAGAZINE

BISNIS DI KALA PANDEMI COVID-19

PENJELASAN PERTEMUAN PERUSAHAAN DENGAN KOMUNITAS BERDURASI 2 JAM DARI BIG HIT, Bagian 2


Selamat datang ARMY! Jika kamu melewatkan bagian satu dari blog ini, kamu bisa membacanya di sini. Sekarang, mari kita lanjutkan ke bagian dua.


BRANDING KONTEN


Pada segmen selanjutnya, Manajer Umum dari Big Hit Three Sixty, DJ Kim, mengambil alih untuk mendiskusikan tentang branding konten, ketika beragam tipe konten dibuat dengan melibatkan artis-artis mereka secara langsung (mayoritas dibuat selama tur para artis). Big Hit mengembangkan tim kreatif internal mereka pada tahun 2011 untuk memproduksi konten ini dengan strategi yang mampu memenuhi semua kebutuhan para penggemar.


Manajer Umum Big Hit Three Sixty DJ Kim berbicara tentang branding konten

DJ Kim menjelaskan jadwal pembuatan konten orisinal, dimulai dengan debut BTS pada tahun 2013 dan serial YouTube populer BANGTAN BOMB, yang memperlihatkan kisah di balik layar ketika BTS berada di studio dan asrama mereka. Kemudian ada ragam hiburan daring mereka, RUN BTS, tersedia gratis di Weverse dan VLive, yang menunjukkan BTS saat di luar panggung dan juga sisi yang lebih jujur.


Dalam kategori ragam hiburan berbayar, ada Bon Voyage, yang mengikuti perjalanan BTS mengeksplorasi negara-negara berbeda setiap tahunnya. Formatnya mengingatkan kita pada acara TV tentang travelling. Ragam hiburan terbaru berjudul BTS In The SOOP, yang telah ditayangkan sebanyak lima episode hingga blog ini ditulis, memperlihatkan BTS yang sedang berelaksasi dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas.


DJ Kim menjelaskan bahwa untuk konten seperti Burn The Stage, Bring The Soul, dan Break The Silence, mereka memiliki tim produksi dokumenter tersendiri yang menemani BTS selama tur konser. Selama mereka gladi resik, di hotel, atau sebelum konser, BTS membagikan isi hati mereka. Tim tersebut merekam penampilan dan menggabungkan semuanya menjadi sebuah serial dokumenter, yang kemudian disunting menjadi film yang dirilis di bioskop.


DJ Kim berbicara tentang konten yang berhubungan dengan tur

Apa yang membuat Big Hit sangat fokus pada strategi branding konten?”, tanya DJ Kim. “Big Hit memasukkan setiap konten dengan potongan identitas yang jelas. Ragam hiburan, dokumenter, acara realitas… para penggemar sangat memahami bagaimana para artis akan digambarkan dalam setiap jenis konten, dan tidak sabar untuk melihatnya. Serial-serial ini dirilis terus-menerus dan terjadwal. Dengan begitu, ekspektasi penggemar untuk setiap jenis konten terus meningkat. Berdasarkan ekspektasi penggemar dan kemampuan produksi, Big Hit dapat menghasilkan sejumlah serial yang bisa menyaingi perusahaan produksi lainnya.” Katalog konten yang besar ini tidak akan bertahan lama tanpa penerimaan yang baik dari para penggemar.


TEKNOLOGI: INTI DARI BIG HIT


Presiden beNX, Seo Wooseok, membuka segmen selanjutnya dengan membahas inti dari Big Hit. Pertama, dia membicarakan tentang Weverse, sebuah platform serbaguna (komunitas penggemar daring + media sosial + perpustakaan video + e-commerce), yang menyentuh 10 juta unduhan dengan cepat dan secara bertahap meningkatkan pengalaman penggemar, termasuk ketidaknyamanan ketika berbelanja merch.


Presiden beNX Seo Wooseok berbicara tentang Weverse

Pada bulan Maret tahun ini, Fast Company, platform media bisnis AS, memilih Big Hit sebagai urutan ke-4 dalam World’s 50 Most Innovative Companies 2020 mengikuti Snap, Microsoft, dan Tesla, dengan Weverse sebagai fokusnya.


Ketika mayoritas industri menghentikan sejenak aktivitasnya, Weverse masih tetap bertahan menurut Lenzo Yoon Seokjun. Mereka menyelenggarakan dua konser virtual besar yang membuktikan bahwa platform tersebut menerima tantangan yang harus dihadapi. Konser pertama yaitu “BANG BANG CON”, acara virtual selama dua hari yang menayangkan konser dan fan meeting BTS terdahulu, digelar pada tanggal 18 dan 19 April. Itu adalah pertama kalinya lightstick dapat digunakan untuk acara seperti itu, semuanya berkat para staf yang mengembangkannya di beNX.


Acara tersebut mencatat sebanyak 50,59 juta penonton dari 162 negara dan wilayah dalam waktu lebih dari 24 jam.


“BANG BANG CON: The Live” diselenggarakan pada tanggal 14 Juni, sehari setelah perayaan 7 tahun debut BTS. Para penggemar menyerbu Weverse untuk membeli tiket konser dan juga membeli merchandise dengan mudah dan nyaman.


Lenzo Yoon Seokjun berbicara tentang “BANG BANG CON” dan “BANG BANG CON: The Live”

Merchandise untuk “BANG BANG CON” disediakan empat hari sebelum konser diselenggarakan. Hasilnya sangat memuaskan, dengan 765.000 orang dari 107 wilayah yang menonton secara bersamaan, sebanyak 746.000 merchandise berhasil terjual. Jumlah penonton dari konser tersebut 15 kali lebih besar daripada jumlah penonton konser luring. Semua ini berkat Kiswe, sebuah perusahaan teknologi dan informasi global. Guinness Book of World Records secara resmi mencatat acara tersebut telah memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak untuk sebuah konser daring.


Sorotan lain dari pertemuan ini adalah berita bahwa pada tanggal 10 dan 11 Oktober, “MAP OF THE SOUL ON:E”, konser daring dan luring akan digelar, menampilkan BTS yang akan membawakan lagu-lagu mereka dari album MAP OF THE SOUL : 7. Big Hit kemudian merilis pernyataan di Weverse yang menginformasikan para penonton bahwa terkait kenaikan kasus COVID-19 di Seoul, logistik dari konser ini akan dipertimbangkan kembali sembari mereka mengobservasi situasinya.


EDUKASI: JANJI PERTAMA DARI PERUSAHAAN IDOLA


Sudah menjadi fakta umum bahwa banyak penggemar yang berusaha memahami para artis dalam membentuk hubungan parasosial mereka, terutama jika para artis tersebut berasal dari negara yang berbeda. Langkah pertama adalah mengenali bahasa yang mereka gunakan secara umum, namun mempelajari bahasa baru dirasa sulit bagi banyak orang.


Di sinilah Big Hit, melalui cabang bisnis baru mereka, Big Hit Edu, mencoba untuk mengatasi batasan bahasa dengan lebih mudah melalui konten pembelajaran bahasa Korea. Konten terbaru, Learn! KOREAN with BTS, telah ditayangkan sebanyak 26 episode sejauh ini dan mendapatkan 2,19 juta penonton tiap episode setidaknya 4,3 juta kali, dengan penonton terbanyak berasal dari AS, India, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Karena keberhasilan ini, Big Hit hadir dengan paket pembelajaran lainnya menggunakan judul yang sama namun dengan materi yang lebih mendalam.


Lenzo Yoon Seokjun berbicara tentang Learn! KOREAN with BTS

Paket buku teks yang baru diperuntukkan bagi para pelajar pemula dan tingkat menengah. Buku-buku tersebut dibuat oleh para pengajar ahli dari Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) dan disertai dengan perlengkapan menarik seperti pena yang berbicara, dua stiker Hangul untuk kibor, dan buku catatan kecil (hanya untuk edisi pertama). Ilustrasi buku berfokus pada karakter Bora, yang mempelajari bahasa Korea ketika mengeksplorasi Korea. Buku-buku teks tersebut akan digunakan oleh beberapa universitas yang telah bekerja sama dengan Big Hit.


LITERATUR: TAMBAHAN BARU DALAM TRANSMEDIA STORYTELLING


Hwa Yang Yeon Hwa” (“HYYH” atau “The Most Beautiful Moment in Life”) merupakan titik awal dari Jagat Bangtan, berkembang ke arah literatur pada tahun lalu dengan dirilisnya HYYH Notes 1. Sekuelnya dirilis pada tanggal 25 Agustus 2020, mengembangkan kisah 7 sahabat dalam sebuah perjalanan untuk mencari peta jiwa.


PERMAINAN


Bagian akhir dari pertemuan tersebut adalah anak perusahaan mereka, Superb. Permainan seluler berbasis musik terbaru mereka akan dirilis pada kuartal keempat tahun ini. Permainan ini menawarkan sistem multiplayer yang memperbolehkan para penggemar untuk bermain bersama. Permainan lain dari Netmarble yang akan dirilis akhir tahun ini, BTS Universe Story, adalah sebuah permainan sandbox yang memperbolehkan para penggemar untuk menciptakan kisah mereka sendiri.


KESIMPULAN


Melalui pertemuan perusahaan ini, kita mendapatkan banyak penjelasan mengenai rencana ambisius yang Big Hit Entertainment miliki untuk sisa tahun 2020. Pada akhir pertemuan, Bang Sihyuk menyinggung tentang Ulasan Studi Kasus Bisnis Harvard yang menyebutkan bahwa mereka berfokus pada sistem pelatihan artis dan filosofinya. Penelitian itu mengatakan bahwa Big Hit berusaha untuk menyeimbangkan antara efisiensi sistem dan kepribadian artis-artis mereka.


Inilah hal-hal yang Big Hit Entertainment lakukan dari awal. Alasan mereka mampu untuk menciptakan keseimbangan ini adalah karena mereka berusaha untuk meraih ketulusan. Sejak bulan Februari, mayoritas staf mereka telah bekerja dari rumah, secara bertahap membiasakan komunikasi jarak jauh dengan satu sama lain. Jika bahkan ketika masa pandemi ini mereka mampu mempertahankan keseimbangan tersebut, mungkin Big Hit telah menemukan sebuah “rumus utama meraih kesuksesan”.


Beri tahu kami bagian favoritmu dari pertemuan perusahaan ini. Apa yang paling kamu tunggu saat kita memasuki kuartal terakhir tahun ini?


Ditulis oleh: Anugya

Diedit oleh: Marcie

Didesain oleh: Judy

Diterjemahkan oleh: Pury


Semua foto dan video yang dibagikan di blog kami bukan milik ARMY Magazine. Segala bentuk pelanggaran hak cipta bukan hal yang disengaja.


©2020 by ARMY Magazine