top of page

Waktu Merindukan Jin Telah Tiba: Mengapa Kita Mencintai Hyung Sulung Kita

Pada tanggal 13 Desember 2022, dunia ARMY berubah selamanya. Hari hyung tertua BTS, bulan kita dan Mister Worldwide Handsome, Kim Seokjin, menunda karier musiknya untuk memenuhi tugasnya di militer Korea. Itu tidak mengherankan. ARMY tahu hari itu akan datang (bahkan meskipun mereka berharap tidak), karena setiap pria berbadan sehat di Korea Selatan harus memenuhi tugas ini. Namun, meski tahu, guncangan saat itu masih menghantam ARMY seperti truk seberat seratus ton yang melaju dengan kecepatan penuh, tepat di usus dan hati. Sudah empat bulan sejak hari yang menyedihkan di bulan Desember itu. Tepatnya, sudah seratus dua puluh delapan hari, dua puluh jam, dan lima puluh enam menit (pada saat blog ini dibuat) sejak Jin pergi, dan belum ada momen ketika ARMY tidak terlalu merindukannya.


Dalam wawasannya dan Jin-ius (ya, itu adalah sebuah kata), Jin tidak meninggalkan fandom Jin-less (juga sebuah kata). ARMY segera menyadari bahwa sementara bulan mereka mungkin lebih jauh dari biasanya, cahayanya yang indah masih bersinar terang di saat-saat tergelap mereka.


Perencanaan ke depan Jin (Jinsight)


Kunjungan video pertama dilakukan pada tanggal 8 Januari 2023. ARMY terbangun oleh kata-kata cinta dan dukungan Jin, mengingatkan kita bahwa dia selalu bersama kita, meskipun tidak hadir. Pesan-pesan itu datang seperti hadiah Natal sebulan sekali, dan dalam menit-menit singkat itu, waktu berhenti, dan rasanya seolah-olah Jin dan ARMY kembali bersama lagi, dan tidak ada yang berubah.


Kunjungan bulanan ini hanyalah goresan kecil dalam lukisan yang membentuk seorang Kim Seokjin. Ini adalah kecemerlangan dan kilau warna asli hatinya dan cintanya pada ARMY. Setiap video adalah sekilas perhatian dan pandangan ke depan Jin untuk membuat surat virtual untuk ARMY terlebih dahulu, meluangkan waktu dari jadwalnya yang sibuk untuk memberi tahu fandomnya betapa istimewanya mereka baginya.


Kebijaksanaan Jin (Jindom)


It's not just Jin's thoughtfulness and kindness that makes ARMY love him, but also his calm, level-headed, relatable wisdom, his Jindom, if you will. The moments of Jin sharing his knowledge and discernment are so many they could fill a library's worth of books. Here are some especially memorable moments:

Bukan hanya perhatian dan kebaikan Jin yang membuat ARMY mencintainya, tetapi juga kebijaksanaannya yang tenang, berkepala dingin, dan dapat dihubungkan, Jindom-nya, jika kalian mau. Saat-saat Jin berbagi pengetahuan dan kearifannya begitu banyak sehingga mereka bisa mengisi buku-buku perpustakaan. Berikut adalah beberapa momen yang sangat berkesan:


In the SOOP, musim pertama, episode tiga, ketika Taehyung ingin mencoba membalik panekuk, Jungkook bertanya bagaimana jika dia melemparkannya, yang dijawab Jin, "Ya sudah lemparkan saja." Momennya begitu biasa namun begitu mendalam. Akan mudah untuk mengabaikan permintaan Taehyung karena berbagai alasan. Namun, dengan mengatakan, "Ya sudah, lemparkan saja" Jin mengajarkan bahwa hidup adalah tentang mengalami banyak hal dan bahwa rasa takut gagal seharusnya tidak menghentikan kita untuk mencoba.


Demikian pula, dalam sebuah wawancara dengan Weverse Magazine, Jin mengingatkan ARMY (dan siapa pun yang membaca) bahwa tidak apa-apa untuk melakukan sesuatu ketika kita ingin melakukannya: "Mungkin tidak masuk akal bagi orang lain, tetapi sangat penting untuk melakukan sesuatu ketika kalian merasa ingin melakukannya. Saya melakukan hal-hal ketika saya merasa seperti itu ... Bukannya saya menemukan kedamaian batin. Saya hanya berpikir saya dapat mengungkapkan hal-hal ketika saya merasakannya—seperti kapan pun saya sedih atau bahagia: Saya dapat memberi tahu orang-orang bahwa saya sedih ketika saya merasakannya; Saya bisa mengatakan saya bahagia ketika saya merasakannya." Kata-kata bijaksana Jin membuat orang merasa dilihat, didengar, dan dipahami.


ARMY Mencintai Jin


Ada ribuan, bahkan miliaran, alasan ARMY mencintai Jin, mulai dari humornya hingga tawanya yang tak terlupakan, siaran langsung gim video nya yang dramatis, dan suaranya yang indah. Tapi tidak ada yang bisa menjelaskan alasan ARMY mencintai Jin lebih baik daripada ARMY:


"Saya suka cara dia menekankan pentingnya istirahat, yang sangat penting dalam masyarakat ini: ‘kalian tahu hari-hari ketika kalian sama sekali tidak melakukan apa-apa, bahwa orang mungkin melihat kalian dan berkata, kalian menyia-nyiakan hari kalian. Itulah jenis kehidupan yang memberi saya istirahat.'" – @dori7625


"Jin adalah pilar kekuatan yang tenang untuk ARMY dan Bangtan. Dia selalu bersedia melakukan apa pun untuk mengubah kekhawatiran kita menjadi tawa, dan saya mencintainya untuk itu. Dan bukan berarti ini, tetapi siaran langsungnya memainkan gim video itu selama tiga jam adalah tiga jam kegembiraan bagi saya”--@lbartsch.


"Saya menemukan Epiphany (pencerahan) pada saat perjuangan dan penyesalan pribadi untuk hal-hal yang tidak saya lakukan. #OurJinnie membuat saya menyadari bahwa, di atas segalanya, saya perlu mencintai & menjaga diri sendiri agar dapat sepenuhnya mencintai & merawat orang lain. Saya masih berjuang dengan itu, tetapi saya merasakan dukungannya." –@midori711c.


Kesimpulan


Jadi, mengapa ARMY mencintai Jin? Sederhana saja, kok. ARMY mencintai Jin karena dia adalah Jin.


Ditulis oleh: Lisa

Disunting oleh: Marcie

Diterjemahkan oleh: Indahku

Terjemahan disunting oleh: Eka dan Icha


Semua foto/video yang dibagikan di blog kami bukan milik ARMY Magazine. Segala bentuk pelanggaran hak cipta bukan hal yang disengaja.


Comments


bottom of page