top of page

Mari Ber-Indigo: Debut Solo RM Bersinar Bagaikan Kembang Api

Pada tanggal 2 Desember 2022, pukul 12.00 WIB, ARMY menyaksikan premier langsung dari 들꽃놀이 (with 조유진), atau Wild Flower (with youjeen), di YouTube. Perilisan video musik tersebut menandai peluncuran album studio penuh pertama dari RM sekaligus proyek studio ketiganya, Indigo. Jutaan ARMY menyaksikan ketika nada-nada pembuka yang megah dari lagu utama RM menggema di atas pemandangan awan yang anggun, menciptakan suasana yang pas untuk gravitasi dan kedalaman Indigo yang luar biasa. Sebuah karya berlapis yang berisi tentang perenungan terhadap diri dan ketenaran, keabadian dan kefanaan, dan yang terpenting, arti menjadi seorang manusia. Album pemecah rekor milik RM tersebut memperlihatkan sekilas mengenai kariernya selama lebih dari empat tahun terakhir.


Warna Biru

RM telah mendeskripsikan Indigo sebagai “album saudara” dari mixtape 2018 miliknya yaitu mono., yang penuh dengan berbagai jenis warna biru hingga warna hitam dan putih dari mono.. Kesepuluh lagu di album tersebut didesain menjadi sebuah halaman dalam buku harian “jujur” atau “potongan pameran [seni]” dari kehidupan RM ketika ia mencari “suara khas” dan identitasnya di luar perannya sebagai pemimpin BTS. Hasil akhirnya menjadi karya yang ambisius dan eksploratif yang menyertakan berbagai genre dan tema, namun tetap terdapat narasi kohesif yang RM telah jelaskan di banyak wawancara media dan konten digital.


Urutan Mendengarkan

Salah satu aspek struktural dari pengalaman mendengarkan Indigo adalah hilangnya fungsi “pemutaran acak” pada hampir seluruh situs streaming, yang memperkuat permintaan RM untuk mendengarkan album tersebut secara berurutan. Selebihnya, hal ini terkait desain album, dijelaskan secara lengkap di RM Indigo Album Magazine Film. Tiga lagu pertama saling berkaitan, makin meningkat baik secara tempo maupun semangat untuk menyatakan rasa kemanusiaan seseorang di hadapan masyarakat yang seringkali kaku. Dibuka dengan kata-kata dari salah satu inspirasi terbesar RM, pelukis Yun Hyongkeun, Yun (with Erykah Badu) mengeksplorasi kepercayaan Yun bahwa “seniman harus berusaha membangun rasa kemanusiaan mereka sebelum mengejar seni”. Dalam nada ini, Still Life (with Anderson .Paak) yang ceria menggambarkan ulang genre statis dan tak berubah dari lukisan benda mati (atau figur idola yang terlalu banyak diteliti) ke dalam sikap untuk “tetap hidup” yang bersifat menentang dan terus menerus, sebuah bantahan bergema dalam All Day (with Tablo) seperti yang dirasakan RM dan anggota Epik High melawan algoritma kapitalisme dalam pencarian “jati diri”.


“Everything Change”

Album tersebut mendadak berubah dengan Forg_tful (with Kim Sawol). Sebuah lagu akustik lembut diiringi perkusi yang dihasilkan dari suara sehari-hari, lagu itu diawali dengan RM yang meminta maaf kepada temannya karena “어제의 일을 자꾸 잊어요 (Aku terus saja lupa tentang hal yang telah terjadi kemarin)” dan berpindah ke pengalaman pribadi yang diamatinya bahwa “각자의 방식들로 스스로 마취해 가요 (Setiap orang, dengan caranya sendiri, membuat dirinya mati rasa, pada diri mereka sendiri)”. Refleksi sendu ini kemudian diikuti oleh lagu favorit penggemar Closer (with Paul Blanco, Mahalia), sebuah lagu yang diproduksi oleh HONNE tentang jatuh cinta dengan orang yang tidak bisa kamu miliki. Hasil suntingan penggemar untuk lagu B-side tersebut begitu banyak, RM sendiri mengunggah salah satunya tentang film Decision to Leave di story Instagram. RM kemudian mengingatkan para pendengar dengan lirik yang berat dan suara yang terdistorsi Change Pt. 2 bahwa “things change, people change, everything change (hal-hal berubah, orang berubah, semua berubah)”, dari seseorang yang ia “pernah cintai” hingga orang yang dulu ia temui dalam “wawancara … beberapa tahun yang lalu”. Diletakkan secara berdampingan, ketiga lagu ini menciptakan busur yang sangat lebar dari hubungan antarpribadi dan kefanaan.

RM menjelaskan dua lagu selanjutnya, Lonely dan Hectic (with Colde) sebagai pendamping untuk satu sama lain; lagu pertama ditulis ketika para anggota BTS terjebak lama di kamar hotel mereka di Vegas selama Grammy 2022 yang panjang serta rangkaian konser “Permission to Dance”, dan lagu kedua merupakan percampuran antara komentar city pop mengenai kehidupan kota yang sibuk dan masyarakat modern yang berkembang dari tema-tema yang ditemukan dalam lagu RM seoul (prod. HONNE) tahun 2018.


“Like A Flowerwork”

Jika Indigo merupakan sebuah buku harian intropeksi, maka kedua lagu terakhir 들꽃놀이/Wild Flower (with youjeen) dan No.2 (with parkjiyoon) mengekspresikan hal yang RM telah pelajari dari delapan lagu sebelumnya. Lagu utamanya merupakan sebuah proklamasi tegas dalam intensinya untuk mendarat dengan lembut, mengungkapkan keinginannya untuk terjatuh dengan lembut seperti bunga daripada meledak seperti kembang api. Mengikuti tema kelelahan yang dieksplorasi (secara harfiah) dalam lagu Arson milik j-hope dan Interlude : Shadow milik SUGA yang sangat sukses, RM menyimpulkan bahwa dia akan kembali ke awal dan melangkah sebagai dirinya sendiri, meskipun dia belum begitu memahami dirinya. Tekad ini juga tercermin dalam struktur empat menit dari lagu tersebut, sebuah tantangan yang sengaja ia buat terhadap lagu-lagu pendek dan catchy yang ada dalam era lagu-lagu viral dan streaming. No.2 mendorong kita semua untuk berhenti melihat ke belakang dengan penyesalan, dan ingat bahwa kita telah melakukan yang terbaik.


Bab Selanjutnya?


Setelah konser yang intim, museum, dan penampilan Weverse Live, RM telah mengonfirmasi bahwa dia sekarang sedang mengerjakan proyek yang lebih “ceria” mengikuti perilisan dari Indigo. Sementara itu, Indigo telah mendapatkan kesuksesan yang luar biasa, mencapai #1 iTunes di 67 negara, meraih peringkat nomor 3 di tangga Billboard 200 (peringkat tertinggi untuk artis solo Korea), dan dipilih menjadi salah satu K-pop Albums of the year oleh TIME dan the best K-pop Album of 2022 oleh Billboard. Meskipun kita tidak tahu secara pasti sesuatu yang akan dirilis selanjutnya dari RM atau Kim Namjoon, lebih banyak warna-warni cemerlang lainnya akan segera menyusul.


Ditulis oleh: Mariko

Disunting oleh: LJ

Didesain oleh: Achan

Diterjemahkan oleh: Pury

Terjemahan disunting oleh: Eka dan Indah


Semua foto/video yang dibagikan di blog kami bukan milik ARMY Magazine. Segala bentuk pelanggaran hak cipta bukan hal yang disengaja.


Comments


bottom of page