• ARMY MAGAZINE

Thanksgiving di Berbagai Belahan Dunia

Updated: Jan 19

Kamu mungkin berpikir bahwa Thanksgiving identik dengan Amerika dan pie labu, tapi pada dasarnya Thanksgiving hanyalah sebuah festival panen. Meskipun tidak banyak yang merayakan Thanksgiving seperti di Amerika, beberapa negara tetap merayakan hari panen sebagai suatu tanda syukur. Ayo kita lihat bagaimana Thanksgiving dilakukan dan dirayakan di berbagai belahan dunia.

Perayaan Thanksgiving di Amerika jatuh pada hari Kamis keempat di Bulan November. Pada hari ini orang-orang menyantap makanan sambil mensyukuri nikmat di tahun tersebut. Banyak keluarga yang berkumpul sambil menyantap kalkun, mashed potato, dan kacang buncis lalu secara bergantian menyampaikan apa yang mereka syukuri. Pie merupakan hal yang tak boleh terlupakan dalam perayaan Thanksgiving. Pie tradisional terbuat dari labu (karena Amerika menghasilkan labu secara melimpah), meski begitu, dibuat dengan apapun rasanya akan tetap enak.

Hari panen di Jepang disebut dengan Kinro Kansha no Hi, yang artinya adalah Hari Thanksgiving Buruh. Hari tersebut merupakan hari libur nasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 November dan diadakan oleh berbagai organisasi buruh. Anak-anak juga ikut merayakan dengan membuat kerajinan tangan dan hadiah bagi polisi di daerahnya.

Di Liberia, Afrika Barat, Thanksgiving dirayakan pada hari Kamis pertama di bulan November. Para umat Kristiani akan memenuhi gereja dengan keranjang-keranjang berisi buah hasil panen dan akan menjualnya sebelum perayaan usai. Konser musik dan tari juga telah berkembang menjadi tradisi perayaan mereka.

Jika menyantap kalkun identik dengan kultur di Amerika, maka terdapat kultur lain yaitu dengan menyantap unggas pada hari panen mereka. Pada hari Minggu pertama di bulan Oktober, kamu dapat menemukan banyak orang Jerman berpartisipasi dalam Erntedankfest, lengkap dengan parade yang penuh oleh keranjang berisi gandum, bunga, dan buah. Keranjang-keranjang tersebut akan dibawa menuju gereja, setelah itu dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu. Setelah pelayanan gereja usai, orang-orang akan berkumpul di rumah untuk menyantap ayam atau angsa.

Festival Bulan yang indah di Cina berlangsung selama 3 hari pada pertengahan musim gugur, di saat bulan memancarkan sinarnya yang paling terang dan membentuk bulan penuh. Pada awalnya festival ini dirayakan dengan membaca doa, puisi, dan persembahan, tetapi sekarang menjadi perayaan yang lebih modern. Orang-orang Cina akan berkumpul bersama keluarga untuk merefleksikan betapa pentingnya keluarga itu sendiri.

Salah satu perayaan hari panen terlama yaitu Pongal, dirayakan di India Selatan. Festival empat hari tersebut diadakan pada pertengahan Januari dan dipenuhi dengan beras, tebu, dan kunyit. Setiap harinya memiliki makna dan tujuan yang berbeda-beda. Hari pertama ditujukan bagi Dewa Indra, penguasa awan dan hujan. Hari kedua merupakan pertunjukan puja, di mana beras yang direbus dalam susu akan dipersembahkan kepada Dewa Matahari oleh orang-orang yang mengenakan pakaian tradisional. Hari ketiga disebut dengan Mattu Pongal, yaitu hari di mana sapi-sapi akan dihias dan diarak keliling kota sebagai pertanda perayaan yang sesungguhnya. Hari terakhir mengharuskan para wanita untuk mencuci daun kunyit, lalu menyimpannya di tanah dan menyebarkan beras di sekitarnya, sambil memohon agar rumah mereka selalu makmur dan dipenuhi berkah.

Pemberhentian terakhir kita adalah Korea, di mana mereka merayakan Chuseok pada hari ke-15 di bulan 8 kalender bulan. Chuseok lebih menekankan pada rasa hormat dan peringatan bagi para leluhur. Sering kali orang-orang pulang kampung untuk Charye (peringatan leluhur di rumah) dan Seongmyo (ziarah makam leluhur). Makanan yang disantap saat Chuseok yaitu songpyeon (kue beras), hangwa (makanan yang dihias dengan warna natural, dan bulgogi (daging panggang). Umumnya, orang-orang juga meminum anggur beras yang diyakini dapat meningkatkan keberanian karena minuman tersebut juga diminum oleh para leluhur. Pemberian kado, bermain games, dan menari juga merupakan tradisi dalam perayaan Chuseok.

Melihat berbagai budaya dan negara merayakan hari panen mereka sungguh menyenangkan. Apa yang kamu sukai dari perayaan tersebut? Bagaimana kamu merayakan musim yang penuh dengan kelimpahan dan rasa syukur ini? Apakah ada hal-hal yang berbeda dari yang biasa kamu rayakan? Ayo ceritakan pada kami, kami akan sangat senang mendengarnya!


Ditulis oleh: Marcie

Diedit oleh: Jessenia

Didesain oleh: Judy

Diterjemahkan oleh: Pury

©2020 by ARMY Magazine