• ARMY MAGAZINE

I UNTUK INOVASI: SEKILAS INFORMASI MENGENAI PERTEMUAN PERUSAHAAN BIG HIT DENGAN KOMUNITAS 2020

Baru saja kita memasuki bulan kedua di tahun 2020 dan sudah banyak hal yang telah terjadi, di luar rekor-rekor yang telah dipecahkan oleh BTS. Waktu begitu cepat berlalu akhir-akhir ini sampai kita sering lupa waktu dan tempat. Perubahan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dan percaya atau tidak, Big Hit Entertainment, label musik besar yang menaungi BTS dan boy group baru TXT, yang didirikan pada tahun 2005 oleh CEO Bang Sihyuk, telah melewati banyak perubahan sejak Pertemuan Perusahaan dengan Komunitas pertama mereka pada bulan Agustus tahun lalu. Sebelum pertemuan itu, Big Hit telah mengundang para penggemar untuk melakukan pendaftaran agar dapat menghadiri pertemuan tersebut, namun karena kasus Coronavirus, pertemuan tersebut berakhir menjadi acara privat, bukan acara publik.


CEO Yoon Seokjun di Pertemuan Perusahaan Big Hit 2020 di Seoul

Pertemuan tersebut berlangsung pada 4 Februari 2020 di Dongdaemun Design Plaza Seoul bersama co-CEO Bang Sihyuk dan Yoon Seokjun (pada beberapa artikel berita namanya ditulis sebagai Lenzo Yoon), Choi Yoonhyuk, Wakil Presiden BELIFT, So Sungjin, Presiden Source Music, Shin Youngjae, Wakil Presiden Big Hit Labels, Kim Donjoon, CEO Big Hit Three Sixty, Seo Wooseok, CEO BenX (pada beberapa artikel namanya ditulis sebagai Steve Seo), dan lainnya.


Pengumuman Besar


CEO Bang Sihyuk memulai pertemuan bersama komunitas dengan mengucapkan “Setiap orang yang menonton ini, harap berhati-hati.” Kemudian dia berbicara mengenai laba dan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut di tahun 2019. Mereka menghasilkan 587,9 milyar Won (495,2 juta Dollar Amerika = 6,933 triliun Rupiah*) untuk pendapatan dan 97,5 juta Won (82 juta Dolar Amerika = 1,148 triliun Rupiah*) untuk laba operasional, sedikit melenceng dari target 100 juta Won. Dibandingkan dengan tahun lalu, angka-angka tersebut bertambah dua kali lipat. Terima kasih pada perusahaan yang telah melebarkan sayapnya ke model bisnis lain seperti tur, properti intelektual, dan online platform.


Selama setahun terakhir, Big Hit telah bekerja dalam memperkuat visi mereka, seperti yang disampaikan Bang Sihyuk, termasuk menciptakan sebuah “rumus kesuksesan Big Hit.” Dia menyampaikan tentang ambisinya dengan mengucapkan kembali apa yang telah dia katakan pada 2016 tentang menciptakan sebuah sistem dimana kesuksesan dapat diulang kembali. Dia menambahkan bahwa jika rumus ini terbukti sukses, hal ini akan menjadi standar de facto untuk industri, lalu para artis akan dapat “meraih mimpi mereka dengan sukacita dan memelihara talenta mereka.” Para penggemar akan diperlakukan sebagai pelanggan dan orang-orang di industri akan dapat “bekerja dengan bangga.”


Sejak 2018, kritikus musik dan ahli bisnis ingin tahu mengenai kolaborasi Big Hit dan perusahaan hiburan Korea CJ ENM untuk mendebutkan sebuah boy band baru. Choi Yoonhyuk, Wakil Presiden BELIFT, berbicara mengenai hal ini di presentasinya. Dia mengatakan bahwa boy group baru akan multinasional dan debut di tahun 2020; ini juga adalah proyek pertama BELIFT. Tujuan dari proyek ini adalah membuat K-Pop (Korean Pop) lebih dikenal lagi dan memperkenalkan sistem pelatihan ke pasar global.


Shin Youngjae, Wakil Presiden Big Hit Labels, mengumumkan bahwa boy group baru akan debut di tahun 2022. Hal yang sama juga disampaikan oleh Presiden Source Music, So Sungjin, lewat presentasinya, bahwa girl group baru akan debut di tahun 2021 setelah Plus Global Audition, berkolaborasi dengan Chief Brand Officer (CBO) Min Heejin. Dia menambahkan bahwa setelah label musik mereka diakuisisi oleh Big Hit, mereka memiliki tujuan untuk menjadi “label musik girl group nomor 1” dengan GFriend sebagai artis pertama.


Mengenai aplikasi komunitas penggemar internasional Weverse, Yoon Seokjun mengatakan bahwa berdasarkan berbagai usaha di beberapa area yang berbeda, Big Hit akan mengambil langkah besar pada model bisnis mereka untuk melampaui Big Hit Labels dan berkolaborasi dengan artis Korea dan internasional. Sebagai contoh pertama, SEVENTEEN, sebuah boy group dari Pledis Entertainment akan bergabung di Weverse pada awal 2020.


Pengumuman yang Berkaitan dengan BTS


Tujuan Big Hit Entertainment sangat konsisten sejak pertama kali didirikan pada tahun 2005 dan itu adalah Music for Artist dan Healing(Musik untuk Artis dan Penyembuhan). Sebagaimana para penggemar yang merupakan titik utama bisnis Big Hit, perusahaan terus fokus pada inovasi pengalaman penggemar dengan mengurangi inkonsistensi dan memberikan konten berkualitas.


Co-CEO Yoon menyampaikan tentang penambahan “area bermain” ke lokasi tur dunia lain, yang mana banyak ARMY dari seluruh dunia lihat pada tiga konser SPEAK YOURSELF terakhir di Korea melalui video yang direkam oleh para penggemar yang datang. Sebuah “kampung tur” juga akan dibuat di pemberhentian tur dan terdiri dari hotel bertema BTS, pop-up store, pameran, makanan dan minuman spesial, serta tur lokal di kota-kota tempat terselenggaranya konser.


Selain itu, salah satu komplain yang paling sering disampaikan ARMY adalah ongkos kirim merchandise yang selalu mahal. Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, Big Hit akan membuat sistem pengiriman yang terpusat di Amerika Serikat dan Jepang agar merch dapat terjual dengan cara yang sama seperti di Korea. Pada Map of the Soul World Tour yang akan datang, Big Hit akan bekerjasama dengan tim desain panggung STUFISH, yang sebelumnya telah bekerjasama dengan artis-artis seperti Lady Gaga, Beyonce, U2, dan Jay-Z, untuk memberikan para penggemar pengalaman konser yang luar biasa.


Hal menarik lainnya yang diumumkan pada pertemuan ini adalah Drama TV Korea (K-Drama) yang berlatar belakang pada Bangtan/BTS Universe (untuk ARMY baru: sejak video musik I NEED U tahun 2015, BTS telah menciptakan sebuah alur cerita yang digambarkan melalui berbagai macam media, seperti yang Marvel dan Star Wars telah lakukan selama ini). Big Hit bekerjasama dengan Chorokbaem Media, produser di balik drama TV populer, seperti My Mister, W, Memories of Alhambra, Another Miss Oh, dan Oh My Ghost, dan penulis Kim Sujin (Dazzling) untuk drama remaja ini, yang akan keluar pada paruh kedua 2020 atau paruh pertama 2021.


Bang Sihyuk juga menyinggung tentang perilisan sekuel HYYH Notes 1, namun tidak mengumumkan tanggal yang spesifik. Rencana untuk merilis buku lirik bergambar dari lagu-lagu album HYYH dengan ilustrasi yang indah juga telah disampaikan. Terakhir, ARMY akhirnya bisa belajar bahasa Korea melalui program belajar bahasa Korea “Learn Korean with BTS” (Belajar Bahasa Korea bersama BTS).


Kesimpulan


Sama seperti pertemuan tahun lalu, “Hitman” Bang menunjukkan sisi ambisiusnya dengan menyampaikan begitu banyak rencana yang ingin dicapai oleh perusahaannya. Tidak mengejutkan jika perencanaan dan eksekusi yang luar biasa menciptakan konten berkualitas untuk para pelanggan atau penggemar. Para penggemar tentu saja sangat antusias dan takjub dengan semua informasi baru yang diumumkan lewat pertemuan itu. Di atas kertas, perencanaan Big Hit terlihat inovatif dan baru sebagaimana para penggemar yang selalu menginginkan konten dan pengalaman yang orisinil, namun disisi lain, banyak orang bertanya-tanya: Apakah Big Hit Entertainment akan memenuhi kebutuhan materialistik pelanggan dengan melampaui perencanaan bisnis mereka? Para ARMY sangat sadar mengenai fakta bahwa Big Hit Entertainment adalah sebuah perusahaan yang tidak sempurna, namun satu hal yang sudah pasti yaitu selama label musik itu berkomitmen dengan visi mereka dan artis mereka merasa puas, kepercayaan akan mereka dapatkan.


Ditulis oleh: Anugya

Disunting oleh: Ren

Didesain oleh: Connie

Diterjemahkan oleh: Pury


*Catatan: Kurs $1 = sekitar Rp 14.000 saat penulisan blog. Harga yang tertera merupakan pembulatan.


Semua foto dan video yang dibagikan di blog kami bukan milik ARMY Magazine. Segala bentuk pelanggaran hak cipta bukan hal yang disengaja.

©2020 by ARMY Magazine