©2020 by ARMY Magazine

  • ARMY MAGAZINE

BTS dan BTS ARMY: Perjalanan untuk Mencintai Diri Kita Sendiri

"I wish I could love myself." 'We! Love! You!'

"I wish I could love myself." 'We! Love! You!'

"I wish I could love...myself."

(“Aku ingin aku bisa mencintai diriku.” ‘Kami! Cinta! Kamu!’

“Aku ingin aku bisa mencintai diriku.” ‘Kami! Cinta! Kamu!’

“Aku ingin aku bisa mencintai diriku.” ‘Kami! Cinta! Kamu!’

“Aku ingin aku bisa mencintai... diriku.”)


Ketika Kim Namjoon (RM) menggubah lagu solo-nya Reflection – dapat ditemukan di album kedua BTS WINGS – dia mungkin tidak pernah mengira bahwa kata-katanya akan memicu respons berupa sorakan cinta dari penggemar.


Kamu terlihat


Sejak debut, BTS tidak pernah menghindar dari topik yang berkaitan dengan kesehatan mental. “Kami rasa, orang-orang yang memiliki kesempatan untuk berbicara mengenai hal ini seharusnya berbicara lebih banyak lagi,” kata SUGA dalam wawancara mereka dengan Entertainment Weekly di awal tahun ini. SUGA jelas percaya dengan sentimen ini, karena dia sebelumnya telah berbicara mengenai perjuangan pribadinya melawan OCD, kecemasan, dan depresi secara terbuka di album solo debutnya, AgustD.


"On the other side of the famous idol rapper,

Stands my weak self, it's a bit dangerous..."

(“Pada sisi lain seorang idol rapper,

Berdiri sisi diriku yang lemah, sedikit berbahaya…”)


Dalam lirik lagunya The Last, SUGA ‘berperang’ dengan dua sisi dirinya. Satu sisi yang publik lihat dan satu sisi lainnya yang hanya dia yang tahu keberadaannya. Kebanyakan orang dengan gangguan kejiwaan dapat memahami perasaan ini. Ada sisi yang kamu perlihatkan kepada teman dan keluarga. Satu sisi yang kamu tunjukkan untuk melewati harimu. Satu sisi dirimu yang terlihat ketika tidak ada orang di sekitarmu.


Hal tersebut bisa menjadi pengalaman yang membuat kita merasa kesepian. Namun, BTS menjalin hubungan dengan ARMY hingga tiada yang merasa sendirian dengan cara membagi kegelisahannya dengan kita. Beberapa contoh terbaik dimana BTS memperbolehkan ARMY untuk melihat kerapuhan mereka disajikan melalui docuseries BTS Burn The Stage. Ada banyak momen dimana mereka terlihat rapuh, namun momen-momen ini jugalah yang terasa kuat di dalam serial ini. BTS memperlihatkan kekhawatiran, penderitaan, kesedihan, dan keberhasilan mereka ke penonton.


Hidup adalah maraton


BTS juga menunjukkan bahwa peduli terhadap diri sendiri bisa melalui berbagai macam cara. Bahwasanya hidup tidak selalu harus melakukan lebih, tapi juga sedikit bersantai, di dunia dimana kita diminta untuk menginginkan lebih banyak hal, mencapai lebih banyak hal, dan mencari lebih banyak. Lirik dari lagu Paradise dari album kedua mereka dalam rangkaianLove Yourself’, Love Yourself: Tear meminta kita untuk melakukan hal yang sebaliknya


'There's no need to run without even knowing the reason

It's alright to not have a dream

If you have moments where you feel happiness for a while

It's alright to stop.'

(‘Tidak perlu berlari tanpa tahu alasannya

Tak apa untuk tak punya mimpi

Jika kamu punya kesempatan untuk merasa bahagia sejenak

Tak apa untuk berhenti.’)


Kalimat ini meyakinkan ARMY bahwa tidak masalah untuk tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tidak apa untuk menikmati masa kini dan berbahagia. Di sini kita punya salah satu grup paling sukses di dunia, mengirimkan pesan yang berlawanan dengan kebanyakan orang yang menyuruh kita melakukan sesuatu di keseharian kita.


Semua berjalan lambat


Pesan ini penting karena terkadang dalam hidup, kita ingin berhenti. Pada momen-momen seperti kematian seseorang yang kita cintai, putus cinta, masa-masa yang tidak menyenangkan dalam pekerjaan, keluarga, sekolah, atau selama waktu yang menyakitkan baik secara fisik maupun mental, kita meminta dunia dan hidup kita agar berjalan lambat. Ketika mendengarkan album solo kedua RM MONO, rasanya seperti dia memberikan kita izin untuk berhenti sejenak.



MONO memberikan udara untuk bernapas ke paru-paru kita. Album ini memberikan kesempatan untuk menangis ketika air mata menolak untuk menetes. Terkadang dalam hidup, hanya itu yang kita inginkan: sedikit waktu untuk bernapas dan ruang untuk bersedih tanpa ada yang menghakimi. BTS berbaik hati memberikan ruang ini melalui musik dan lirik mereka.


Hadiah tawa


Tawa adalah hadiah lainnya. ARMY menunggu dengan sabar setiap Selasa untuk menonton episode baru RUN BTS, lalu “ARMY Twitter” meledak dengan komentar dan aneka meme ketika kita membicarakan momen-momen lucu dan membingungkan. Dari episode Bon Voyage, VLive, hingga Bangtan Bomb, ada banyak momen yang membuatmu tertawa hingga keluar air mata serta candaan datang dari hadiah-hadiah kecil ini. Semua bentuk konten ini, bagi BTS ARMY, memberikan izin untuk melupakan sejenak dan tertawa.



Cintai dirimu


BTS bisa saja mengambil langkah yang lebih mudah dengan menjadi tipe grup K-Pop yang berbeda dan tidak menyentuh topik ini, yang berpura-pura menjadi sempurna. Alih-alih, mereka menciptakan ‘dunia’ dan hubungan dengan ARMY melalui musik dan konten mereka dan mereka meminta semua orang untuk menyayangi diri mereka lebih baik lagi. Mereka menantang kita untuk sembuh.


Pengalaman-pengalaman ini menciptakan ikatan saling percaya dan hormat sehingga fandom dapat berkembang menjadi ruang untuk mendukung satu sama lain serta BTS. Pada tahun 2017, suatu malam di panggung kecil di Brazil, BTS dan ARMY menciptakan suatu momen. ARMY Brazil menemukan caranya untuk mengatakan sesuatu untuk RM, BTS, dan untuk mereka sendiri.


Kita bisa menemukan cinta untuk diri kita, dari dalam diri kita sendiri, namun kita tidak harus melakukannya sendiri.


“Tolong, ARMY, ingatlah apa yang kami katakan. Cintai diriku sendiri. Cintai dirimu sendiri.”


“Kalian boleh membebaskan diri kalian dari pikiran bahwa kalian tidak layak bahagia.” – BERSAMA KITA KUAT


Jika kalian atau seseorang yang kalian kenal butuh bantuan, klik disini - https://togetherweare-strong.tumblr.com/helpline


Gambar & Klip oleh: BTS & BigHit

Ditulis oleh: Lee

Disunting oleh: Caitlin

Diterjemahkan oleh: Ira



Catatan kaki:


OCD (obsessive-compulsive disorder/gangguan obsesif-kompulsif): gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut terus menerus, dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut (sumber: https://www.alodokter.com/ocd)


Semua foto dan video yang dibagikan di blog kami bukan milik ARMY Magazine. Segala bentuk pelanggaran hak cipta bukan hal yang disengaja.